Bekasipost Polres Metro Bekasi Kota menangkap komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Para pelaku ditengarai sudah melakukan aksinya sebanyak 34 kali.

“Sementara ini, dari pengakuan yang bersangkutan, dia sudah melakukan curanmor lebih dari 34 kali. Kebetulan dikembangkan, yang berhasil kita amankan itu tujuh motor ini,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto kepada wartawan, Selasa (3/7/2018).

Tiga pelaku ditangkap, yakni ES alias E, MI alias Kuping, dan A alias Kilay, yang berperan sebagai penadah. Satu pelaku lainnya yang dikenal dengan sebutan Botak masih dikejar polisi.

“Pelaku ES alias E pada saat diminta menunjukkan tempat tinggal pelaku Botak (DPO) memberontak dan berusaha melarikan diri, sehingga terpaksa diberi tindakan tegas terukur di bagian kaki, sementara pelaku Botak (DPO) melarikan diri karena menyadari akan ditangkap,” jelasnya.

Terakhir kali, mereka beroperasi di Jalan Swadaya 2 RT 03/02 Kelurahan Bantargebang, Kota Bekasi, pada 1 Juli 2018. Sebelumnya, pada Juni 2018, ES dan MI mencuri motor di kawasan Kampung Cibitung, Mustikajaya, Kota Bekasi.

Modus operandi para pelaku adalah dengan melakukan survei terlebih dahulu dan mencari sasaran. Sasarannya adalah motor-motor yang diparkir di parkiran atau garasi rumah.

“Ketika dia melihat ada sasaran motor yang mudah untuk diambil, dia akan berhenti, lalu dia akan membuka gemboknya, lalu mengambil motornya,” ungkapnya.

Motor hasil curian kemudian dijual kepada penadah. Sementara penadah mempromosikan kembali motor hasil curiam tersebut melalui media sosial.

“Jadi di-publish di Facebook-nya dan sebagainya siapa yang mau beli baru kontak. Itu memang salah satu hal yang membuat kita sekarang sedikit harus bekerja keras untuk mencari beberapa motor yang lain,” lanjutnya.

Motor dijual rata-rata dengan harga miring, berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta.

“Kepada masyarakat (diimbau) jangan membeli (di medsos). Kemarin itu ada dua orang yang tertipu transaksi melalui medsos, uang sudah dikirim, motor nggak ada, ya itu nggak bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Dari komplotan ini, polisi menyita tujuh unit motor, sementara para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dan 480 KUHP.(detikcom)