Prihatin, Puluhan Bacaleg di Serambi Mekah Gagal Tes Baca Al Qur’an

BekasiPost.com – Dilansir dari Antara, sebanyak 23 bakal calon legislatif (Bacaleg) untuk DPRK Lhokseumawe, Provinsi Aceh, gagal pada uji baca Al Quran, sehingga dinyatakan tidak lulus pada salah satu syarat tersebut. Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Lhokseumawe Mohd Tassar di Lhokseumawe, Sabtu (21/7) mengatakan, sebanyak 23 bacaleg tersebut dinyatakan tidak lulus oleh tim penilai dari Lembaga Pendidikan Tilawatil Quran (LPTQ), Majelis Pemusyarawatan Ulama (MPU) dan Kankemenag. “Setelah mengikuti uji baca Al Quran di Islamic Centre Lhokseumawe, pada 16-18 Juli lalu, sebanyak 23 bacaleg dinyatakan tidak lulus,”tutur Tassar. Sebutnya, jumlah bacaleg yang mengikuti tes uji baca Al Quran pada saat waktu pengujian sebanyak 344 orang, sedangkan jumlah keseluruhan 384 orang. “Sisanya 40 orang lagi, belum mengikutinya karena berhalangan dan juga ada keperluan lain. Akan tetapi, bagi yang belum mengikuti uji baca Al Quran dapat mengikuti susulan pada waktu yang ditentukan nanti,” jelas Ketua KIP Lhokseumawe.

Terang Tassar lagi, bagi yang tidak lulus uji baca Al Quran, maka dianggap gugur dan tidak bisa mengikuti tes uji baca Al Quran lagi. Hal tersebut, diatur dalam Kep.KPU RI Nomor: 869/PL.01.4-Kpt/03/KPU/VII/2018 tentang Petunjuk Teknis Uji Mampu Baca Al Quran Bacaleg DPRA dan DPRK. Sementara itu, Akademisi di Lhokseumawe,

Dr. Fauzi. M. Kom.I., menilai hal yang naif bila bakal calon legislatif (bacaleg) tidak bisa membaca Alquran. Pasalnya, dengan kekhususan Aceh sebagai daerah pelaksanaan syariat Islam, seharusnya semua bacaleg wajib bisa atau mampu membaca Alquran. “Setiap partai politik seharusnya mewajibkan untuk menguji para bacaleg membaca Alquran sebelum mendaftarkan ke KIP. Hal ini sebagai upaya meminimalisir ketidaklulusan bacaleg saat diuji tes baca Alquran, tentunya sebagai salah satu syarat juga berpengaruh terhadap elektabilitas terhadap bacaleg dan partai politik pengusung,” kata Fauzi, kepada portalsatu.com, Sabtu, 21 Juli 2018.

Doktor Komunikasi dan Penyiaran Islam lulusan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ini mengatakan, bagi bacaleg yang tidak lulus baca Alquran, maka akan berimplikasi terhadap kualitas bacaleg yang diusung oleh masing-masing parpol. Pada akhirnya masyarakat menjadi ragu untuk memilih caleg pada Pemilu 2019. “Seharusnya setiap parpol perlu menyeleksi mereka (bacaleg) terlebih dahulu sebelum menyerahkan dokumen pendaftaran ke KIP. Untuk itu, kita berharap ke depan partai politik harus lebih selektif dalam melihat bacaleg yang akan diusung,” ujar Fauzi yang merupakan mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Aceh Utara dua priode.(Ant/port1)

Author: admin1

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *