Air hujan belum dimanfaatkan dan digunakan sebagai potensi energi terbarukan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus faktor penyeimbang dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dibutuhkan ketrampilan teknis dan menejemen pengelolaan  untuk memanfaatkan  potensi besar dari alam ini. Tidak hanya menaikkan kualitas hidup di tingkat keluarga tetapi merupakan asset dengan beragam manfaat turunannya.

Dalam rumah tangga, ketersediaan air hujan bermanfaat untuk beragam kebutuhan keluarga dan  mengurangi pemanfaatan air bersih PAM. Di TANDON, lingkungan sekolah, air hujan digunakan untuk meng-edukasi siswa dalam mengelola tanaman apotik hidup dan kebersihan lingkungan. Di lahan pertanian pedesaan, sumur resapan air menjadi potensi cadangan persediaan air di kala musim kering. Debit curah air hujan, di sungai atau dataran rendah dapat dimanfaatkan sebagai tenaga hidro guna menghasilkan energi alternatif, tenaga listrik. Di daerah pebukitan, dapat di disain “ reservoir air” secara bertingkat, untuk memsuplai air ke ladang hortikultura para petani maupun pembangkit listrik tenaga air. Dataran kering datar yang jauh dari potensi sumber air, diterapkan  teknologi terapan jaringan pipanisasi air dari sentral reservoir tadah hujan, dicampur  cairan organik, untuk menyiram tanaman  hortikultura petani.

Air hujan adalah asset sekaligus sumber daya energi terbarukan yang dapat didistribusi kemanfaatannya dengan aplikasi teknologi terapan. Dibutuhkan, kemauan dan kerja cerdas, semua stakeholders untuk mengunakan daya dan kekuatan air hujan sebagai  energi kehidupan ke masa depan.    Setetes air hujan mampu menaikkan daya hidup sebuah benih untuk kehidupan itu sendiri. (sumber gambar :dasayungbalilestari.com)