Jalan Jalur Kalimalang mulai rusak karena kenderaan bertonase besar

Bekasi Selatan, Bekasipost.com –  Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi Johan Budi berencana melakukan pembatasan kenderaan bertonase besar di sepanjang jalur Kalimalang. Pemberlakuan pembatasan kendaraan bertonase besar itu akan dilakukan mulai pekan depan guna mengantisipasi potensi kerusakan jalan Kalimalang yang semakin parah.

” Sebagian jalur  Kalimalang rusak karena beban kendaraan yang melintas melebihi kapasitan jalan. Kita akan pasang rambu maksimal 8 ton di sepanjang jalan Kalimalang atau jalan KH>Noer Ali. Dengan pemasangan rambu, kita dengan pihak kepolisian akan melakukan penindakan bagi kendaraan yang melanggar,” kata Johan di Kantor Pemkot Bekasi, Jumat, (23/11/2018).

Selain kendaraan bertonase melebihi kapasitas, Dishub juga akan melarang kendaraan over dimensi atau kendaraan dengan ketinggian berlebih. Hal ini, sejalan dengan pekerjaan proyek pembangunan Tol Becakayu di ruang Kalimalang yang sedang memasang sejumlah pier head atau pemasangan beton jalan layang.

“Kita akan pasang palang pembatas setinggi 4 meter.  Kita pasang di jalur keluar Tol JORR tepatnya di dekat Kota Bintan,” tambah  Johan.Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini memiliki wewenang untuk membuat kebijakan pembatasan kendaraan karena jalur Kalimalang merupakan jalan lokal.

“Terkait rencana ini, kita sudah bicarakan dengan Kementerian Perhubungan, dan ke BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan).  Karena ini jalan lokal dan Pemkot Bekasi punya wewenang,  maka kalau kita tidak batasi , potensi kerusakan jalan Kalimalang akan makin besar,” tandas Johan (BK)