Saluran mampet. Genangan Air setinggi lutut penyebab macet di Jl.KH.Noer Ali Kota Bekasi (Foto : Kompas.doc)

Bekasi Barat, Bekasipost.com – “Pelebaran gorong-gorong Kali Buaran menjadi solusi, mengantisipasi banjir di perbatasan antara wilayah Bekasi Barat dan DKI Jakarta. Karena drainase yang ada pada lintasan  jalan itu selama ini  tersumbat karena ada pengerjaan proyek Tol Becakayu. Kini, pembangunanya sedang dalam perencanaan,” kata Arief Maulana, Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Senin (26/11/2018).

Arief mengatakan, pembangunan gorong-gorong Kali Buaran tersebut masuk dalam tahap perencanaan. “Pelebaran gorong-gorong Kali Buaran bisa jadi solusi, mengatasi genangan yang sering terjadi di kolong Toll JORR, Jalan KH.Noer Ali, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Gorong –gorong kali Buaran dibangun untuk mengatasi banjir di perbatasan antara wilayah Bekasi Barat dan wilayah yang masuk DKI Jakarta.

Penyebab genangan di kolong Tol JORR yakni saluran air di sana yang mampet karena sampah menumpuk, ketika hujan. “Jalan antar 2 wilayah itukan menurun. Ketika, hujan deras, genangan setinggi lutut orang dewasa. Air lalu ngalir turun ke saluran. Saluran yang harusnya mengalirkan air ke Kali Buaran-Cakung tersumbat,” tambah Arief.

Anggaran untuk membangun gorong-gorong itu yakni Rp 16 miliar. Nilai anggaran pembangunan sudah  diajukan Pemkot Bekasi kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai dana kemitraan. Pemprov DKI sudah menyetujui pemberian dana itu kepada Pemkot Bekasi untuk pembangunan gorong-gorong di Tol Kali Buaran. Alokasi anggaran itu kini dibahas bersama DPRD DKI Jakarta. Pihak DBMSDA akan memperbaiki saluran yang penuh tumpukan  sampah sekaligus melakukan pelebaran pada gorong-gorong Kali Buaran agar bisa mengalirkan debit air yang lebih besar, ujar Arif (MS)