Solo, Bekasipost.com- Jumlah investor perorangan atau Single Investor Identification (SID) di pasar modal yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencapai 1,5 juta orang.

Generasi muda aktif investasi &Medsos

Direktur KSEI, Syafruddin mengatakan, dari jumlah tersebut didominasi oleh investor anak muda atau kaum milenial. KSEI mencatat dunia investasi tidak lagi identik dengan usia tua.

Data menunjukkan untuk investor rentang usia 21-30 tahun sebanyak 34,08 persen, kedua usia 31-40 tahun sebanyak 25,64 persen, ketiga 41-50 tahun sebanyak 19,16 persen, usia 51-60 sebanyak 10,98 persen, usia 61-70 tahun sebanyak 4,23 persen dan usia di atas 70 tahun sebanyak 1,52 persen.

“Usia masih muda-muda. Kalau dari jenis kelamin juga terlihat pria masih lebih banyak mencapai 59,4 persen. Sisanya perempuan. Dari pendidikan juga terlihat lulusan S1 51 persen, minimal pendidikan SMA banyak juga sekitar 31 persen,” kata Syafruddin di Solo, Jawa Tengah, ditulis Minggu (18/11/2018).

Dalam kesempatan serupa, Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fawzi jumlah investor saham kalangan milenial mengalami pertumbuhan paling cepat.

“Investor saham per hari ini tumbuh 200 ribu. Usia di bawah 35 tahun itu pertumbuhannya paling cepat. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar dia.

Meskipun pada awal tahun, Hasan mengatakan, pihaknya hanya menargetkan 130 ribu investor tambahan. Untuk alasan ini, ia menyadari strategi khusus diperlukan untuk mempertahankan tren pertumbuhan investor milenium.

“Kami sadari hal ini bersama dengan OJK dan mitra sepakat untuk mengemas produk yang pada prinsipnya mempermudah akses investor muda. Misalnya dengan menerbitkan produk terjangkau, dengan dana awal Rp 100 ribu mahasiswa sudah bisa transaksi saham dan reksa dana,” ujar dia.

Dia mengungkapkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan membuat relaksasi yaitu menjadi mudah dalam membuka rekening saham. Tujuannya adalah untuk menarik calon investor milenial lainnya.

Selain itu, Hasan juga mengapresiasi munculnya komunitas investor pemula. Dia menuturkan, komunitas tersebut adalah tempat bagi para investor milenial untuk saling belajar dan memahami metode investasi dengan baik. Hasan berkomitmen, dia akan merespon dengan baik dengan munculnya komunitas.

“Bursa dan pelaku lainnya akan memberikan ruang bagi komunitas investor saham pemula untuk menularkan semangat dan budaya investasi,” ujar dia. (Yayus A Rahayu/Merdeka)