Surabaya,Bekasipost.com – Universtas Airlangga ( Unair) menggelar Seminar Nasional Kampus dan Revolusi Industri 4.0 (13/11/2018). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64 UNAIR dan dihadiri Menteri ESDM Ignasius Jonan. Dalam paparannya, Jonan yang juga alumni UNAIR menyampaikan Revolusi Industri 4.0 menjadi era kemajuan zaman yang semakin memudahkan kinerja manusia dan meminimalisir kerugian.

Dies Natalis ke-64 UNAIR dan dihadiri Menteri ESDM Ignasius Jonan. Dalam paparannya, Jonan yang juga alumni UNAIR menyampaikan Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 menjadi isu sangat menarik beberapa tahun ini. Selain menjadi tuntutan zaman, Revolusi Industri 4.0 juga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi semua pihak. Tak terkecuali bagi pihak yang bergelut pada bidang pendidikan. “Revolusi Industri 4.0 tidak bisa tidak, tidak ada satu bangsa pun yang menghindar dari ini. Pasalnya, ini sangat membantu kehidupan manusia dari waktu ke waktu,” jelasnya seperti dilansir dari berita Unair.

Mengenai berbagai kesiapan yang perlu dilakukan, Jonan mengatakan bahwa dalam bidang akademik dapat dilakukan dengan menjadi ilmuan yang mengerjakan hal-hal tidak bisa digantikan dengan mesin. Jika abad 18 revolusi industri membuat mesin bisa sehebat manusia, imbuhnya, di era Revolusi Industri 4.0, ciptaan manusia bisa lebih hebat dari manusia itu sendiri. “Dalam tingkat koorperasi pun, itu, Revolusi Industri 4.0 sudah jalan. Makin lama semakin cepat,” tandasnya. Menunjukkan dinamika perusahaan-perusahaan dunia yang mengalami persaingan ketat dan perubahan yang sangat cepat. Jonan menjelaskan bahwa Revolusi Industri 4.0 banyak membawa perubahan di masa depan itu luar biasa. “Pesannya, setiap individu harus siap mengikuti perubahan zaman. Dan ingat Revolusi Industri 4.0 bukan akan datang, tapi ini sudah datang dan harus dihadapi,” pungkasnya.(Y.Enggar HS/kompas.com)