Kegiatan jalan sehat bertajuk “Sehat Bersama #01JokowiLagi” bersama warga Bandar Lampung di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu, (24/11/2018)

Bandar Lampung,Bekasipost – Presiden Joko Widodo meminta para caleg dan tim pemenangannya agar menepis isu-isu yang menyebut calon presiden nomor urut satu itu sebagai antek asing dan aseng.

“Pada tahun 2015 yang sudah dikuasai oleh Perancis dan Jepang sudah saya ambil dan sudah saya bagikan kepada petani. Jadi di mana antek asengnya,” kata Jokowi kepada Caleg maupun Tim Pemenangan di Bandarlampung, Sabtu (24/11/2018), seperti dilansir Antara.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta para caleg dan tim pemenangannya untuk meredam isu terkait melonjaknya harga beberapa bahan pokok di pasar.“Saya tadi pagi ke Pasar Pasutri Gintung untuk menanyakan bahan pokok ternyata harganya standar bahkan lebih murah dari Jakarta,” kata Jokowi.  “Tempe harga Rp3.500, kangkung Rp1.500, dan cabai Rp23 ribu. Yang naik hanya daging dan itu secara rata-rata masih stabil. Selama ini saya sabar dan diam saja,” lanjut Jokowi.

Namun, yang tak kalah penting, kata Jokowi adalah isu dirinya yang sering dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Bahkan, kata dia, isu-isu itu telah merambah ke wilayah Provinsi Lampung.

“Saya lahir tahun 1961, sedangkan PKI dibubarkan pada tahun 1966, artinya saat itu umur saya baru 4 tahun. Masa baru 4 tahun saya sudah jadi PKI, logis tidak. Bahkan tahun 1955 DN Aidit pernah pidato, dan di situ ada wajah saya. Kan tidak logis,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, isu harus dimenangkan oleh kita. Caranya seperti apa, kita harus memperkuat perencanaan sehingga semuanya bisa berjalan beriringan dan relawan Caleg, maupun tim dapat bekerja dalam sebuah orkestrasi,” kata Jokowi menegaskan. (Antara/Tirto)