Jakarta,Bekasipost.com – ┬áMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menyebut banyak capaian positif untuk kesejahteraan masyarakat sejak penerapan dana desa.

Salah satunya adalah berkurangnya balita penderita gizi buruk ( stunting) dalam tiga tahun terakhir.

“Dalam beberapa tahun terakhir, dengan adanya dana desa dan kebijakan pemerintah, program Kementerian kesehatan, stunting turun dari 37,2 persen ke 30,8 persen,” ujar Eko saat memberi sambutan di Politeknik Keuangan Negara STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (18/11/2018).

Eko menyadari angka tersebut masih terbilang tinggi. Namun, jika programnya dipertahankan dengan penyerapan dana desa yang maksimal dan program pemerintah yang merata, maka bukan mustahil anak kurang gizi tak ada lagi di masa mendatang.

Tahun Ini, Pemerintah Targetkan Dana Desa Terserap 99 Persen.

“Kalau pace itu dipertahankan, dalam kurang dari 10 tahun dipastikan tak ada lagi anak kita yang menderita stunting,” kata Eko.

Dana Desa kurangi kemiskinan

Selain itu, dana desa juga berhasil mengurangi angka kemiskinan hingga single digit pada 2018, yakni 9,8 persen. Penurunan masyarakat di kategori miskin sebesar 1,82 juta jiwa. Yang menarik, kata Eko, penurunan kemiskinan terbesar ditemukan di desa ketimbang kota.

“Setahun ini, misalnya, di kota masyarakat miskinnya turun 520.000 orang, sementara di desa ada 1,2 juta,” kata Eko.

Jika polanya dipertahankan, maka Eko meyakini dalam tujuh tahun ke depan, jumlah orang miskin di desa akan lebih kecil daripada di kota.

4 Tahun Jokowi-JK, Rp 180 Triliun Digelontorkan untuk Dana Desa

Pendapatan per kapita per bulan di desa juga naik signifikan. Sejak 2014 hingga sekarang, kata Eko, kenaikannya hampir 50 persen menjadi sekitar Rp 804.000 per bulan.

“Kalau dipertahankan, pendapatan per kapita per bulan bisa Rp 2 juta,” kata Eko.

Perbaikan kualitas ekonomi di desa tak terlepas dari sarana dan prasarana yang dibangun dari dana desa.

Sejak 2015 hingga semester I 2018, berhasil dibangun jalan desa dengan total 158.619 kilometer. Selain itu juga dibangun jembatan dengan total panjang 1.000 kilometer.

Dalam tiga tahun terakhir muncul 6.932 unit pasar desa dan 14.770 unit kegiatan Badan Usaha Milik Desa. Belum lagi pembangunan rumah sakit, sarana olahraga, hingga sarana air bersih dan MCK.

“Kita harap ke depannya dana desa tidak lagi fokus pada infrastruktur, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Eko (Kompas.com)