Warga antri pengurusan e-KTP. Pengadaan blangko e-KTP bermasalah

Jakarta, Bekasipost.com РDirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh kembali  mengungkap kasus penjualan blangko e-KTP (dokumen nnegara) di pasar online. Zudan mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula informasi media tentang beredarnya penjualan blangko e-KTP di pasar online pada Senin (3/12) lalu.

Pihaknya langsung melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan perusahaan pencetak blangko e-KTP dan toko penjual online. “Pada saat ini sudah¬† diidentifikasi siapa pelaku yang menawarkan dan dimana lokasi barang itu diperoleh. Termasuk alamat, nomor telepon bahkan foto wajah pelaku. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya,” kata Zudan dalam keterangan persnya, Kamis (6/12/2018).

Ia menjelaskan, sesuai dengan Pasal 96 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan perbuatan tersebut merupakan tindakan pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 1 milyar rupiah.

“Perlu dijelaskan bahwa setiap blangko KTP-el memiliki nomor UID atau nomor identitas Chip yang khas yang membedakan satu dengan yang lain,” ujar Zudan.

Zudan menambahkan, nomor UID tersebut tercatat secara sistematis sehingga dapat diketahui dengan mudah keberadaan blangko KTP-el. Hal inilah yang memberikan petunjuk asal blangko KTP-el yang diperjualbelikan tersebut, dimana posisinya saat ini dan ke mana blangko KTP-el tersebut didistribusikan serta oknum yang melepaskannya ke pasar. (MS/red)