Jakarta,Bekasipost.com  –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  telah menetapkan lima tersangka yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (18/2/2018) malam ditempat yang berbeda. Tersangka kasus dana hibah Kemenpora untuk KONI tahun 2018 tersebut yakni Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana,  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ending Fuad Hamidy,  Adhi Purnomo, selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Eko Triyanto selaku Staf Kemenpora, dan Jhonny E Awuy selaku Bendahara Umum KONI.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan lima orang sebagai tersangka,” tandas Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/12). Kelima tersangka terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (18/2) malam di tempat berbeda.

Ketika itu, KPK menangkap sembilan orang beserta barang bukti uang berjumlah sekitar 300 juta rupiah dan sebuah ATM yang juga berisi uang seratusan juta rupiah. Menurut Saut, Mulyana bersama dengan Eko dan Adhi diduga menerima suap ratusan juta rupiah dari Ending dan Jhonny. Suap diduga diberikan sebagai bagian komisi pencairan dana hibah Kemenpora untuk KONI tahun 2018.

Mulyana ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menerima suap dari pengurus KONI. Selain satu unit mobil, Mulyana diduga telah menerima uang ratusan juta. “Pada Juni 2018 menerima sebesar 300 juta rupiah dari JEA (Bendahara Umum KONI, Jhonny E Awuy). September 2018 menerima satu unit smartphone Samsung Galaxy Note 9,” ujar Saut.

Febri :Deputi Kemenpora dan Sekjen KONI Tersangka Suap dana Hibah KONI 2018

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, menambahkan, KPK telah menyita uang tunai sebanyak tujuh miliar rupiah dalam kasus dana hibah Kemenpora untuk KONI tahun 2018.

“KPK menduga telah terjadi kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah 17,9 miliar rupiah, yaitu sejumlah 3,4 miliar rupiah,” kata Febri. Febri menjelaskan, terkait barang bukti tujuh miliar rupiah merupakan uang pencairan dari bantuan hibah untuk bulan Desember. KPK tetap akan menelusuri lebih lanjut terkait uang itu, ungkap Febri (MS/red).