Febri Jubir KPK: Penjadwalan Ulang, Jejen Sayuti

Jakarta,Bekasipost.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi terkait kasus suap “backdate” perijinan proyek Meikarta.  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Jejen Sayuti, Rabu (28/11) tetapi politikus PDIP tersebut  tidak memenuhi panggilan lembaga

antirasuah.

Febri Diansyah, jurubicara KPK mengatakan pihaknya telah menerima informasi dari Jejen mengenai alas an ketidakhadirannya pada saat panggilan. Katanya baru menerima surat panggilan yang diberikan KPK, ujar Febri. “Untuk saksi yang tidak hadir yakni meminta penjadwalan ulang pada hari Rabu, 5 Desember 2018,” kata Febri, kepada awak media, Senin (3/12).

Jejen dipanggil  (Rabu,28/11) untuk tersangka Dewi, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi. KPK telah melakukan pemeriksaan, pada Rabu tersebut, terhadap empat orang saksi dan dua orang tersangka kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.

Jejen Sayuti, Politisi PDIP, Wakil Ketua DPRD Kab.Bekasi

Keempat orang tersebut diantaranya Ida Dasuki, Staf Dinas PMPTSP, Waras Wasisto, DPRD Provinsi Jawa Barat, Jejen Sayuti Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi, FDP, Wiraswasta/Konsultan, HJ, konsultan perijinan Proyek Meikarta, dan T, Wiraswasta. KPK juga telah menetapkan tersangka pemberi suap Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dan dua orang Konsultan Lippo Grup Taryudi dan Fitra Djaya Purnama serta satu orang pegawai Lippo Group Henry Jasmen.

Sedang penerima fee suap  sebesar Rp7 milliar adalah Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin bersama Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Sahat MJB Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Kab Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.(RE/red)