2 Timses Paslon, belum memaukkan kiskursus Issu Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Kampanye

Jakarta,Bekasipost.com – Evaluasi perjalanan masa kampanye Pilpres 2019 yang sudah berjalan dua bulan, Timses ke dua paslon  belum melontarkan issu  Hak Asasi Manusia (HAM).  Masing- masing parpol pendukung koalisi dari ke 2 paslon pun tidak secara intensif mengangkat issu HAM. .

Direktur Lokataru Haris Azhar menilai kedua pasangan capres-cawapres tidak akan memperjuangkan isu HAM dengan serius. Kalau pun nantinya masingmasing tim sukses memasukkan narasi HAM dalam visi dan misi, Haris menduga dalam perjalanannya narasi tersebut bakalan berubah atau melenceng kepada narasi keadilan atau kesejahteraan. Artinya, narasi besar tentang konsep HAM akan terpinggirkan.

“Tidak ada visi-misi HAM terperinci dari kedua capres ini. Hak pendidikan, hak kebebasan berekspresi dan hak mengemukakan pendapat di muka umum tidak dipaparkan secara teknis di dalam visi dan misi,” kata Haris dalam diskusi di Jakarta, Senin (10/12).

Yang paling diharapkan dari kedua pasangan capres menurut Haris sebenarnya adalah HAM dalam tataran kebijakan (policy). Selama ini isu HAM hanya dijadikan narasi sehingga tim sukses atau paslon capres hanya berbicara tentang HAM pada zona nyaman.

“Dalam kasus soal tambang di Papua atau Kalimantan. Di situ ada konflik tanah, konflik perkebunan dan pemainnya ada semua dari parpol maupun pemerintah. Konsep HAM ini harus menyentuh persoalan seperti itu,” ujar Haris.

Sementara itu kajian Indonesia Legal Roundtable (ILR) menyatakan indeks HAM Indonesia sedikit naik dalam dua tahun terkahir di angka 4,25 dan 4,51. Indeks itu sempat memburuk saat Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla waktu baru menjabat pada 2014 di angka 4,15. Bahkan pada 2015 indeks HAM Indonesia menurun ke angka 3,82.

Wakil Deputi Direktur ILR Erwin Natosmal Oemar mengatakan kedua tim sukses Jokowi maupun Prabowo harus mempertajam dan memperbaiki kebijakan turunan terkait HAM. KPU masih membuka kesempatan perbaikan visi misi hingga 9 Januari.

Erwin mengatakan timses harus mampu menjabarkan ke publik tentang hal teknis HAM. Misalnya dalam pembahasan pertumbuhan ekonomi, pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur harus diiringi konsep HAM sebagai dasar dan prioritas. “Teknis konsep HAM itu seperti apa. Publik tentu ingin tahu. Kami berharap konsep HAM kedua timses lebih dipertajam hingga hal-hal teknis,” kata Erwin.

Pada kesempatan lain, Juru kampanye nasional Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Rachland Nashidik, menyebut isu HAM tidak akan menjadi faktor di dalam Pemilu 2019. Selain kurang menjadi daya tarik bagi pemilih, isu HAM juga tidak relevan dilempar kepada kedua pasangan capres-cawapres. Menurut dia Jokowi maupun Prabowo pernah memiliki persoalan HAM tapi harus dilihat dalam konsep yang lebih luas. (AP/red)