Yogyakarta, Bekasipost.com– Dewan Guru Besar UGM dan Gerakan Kebangkitan Indonesia memprakarsai diskusi bedah buku “ Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945”, di ruang Balai Senat UGM Yogyakarta, Rabu (13/3).

Sri Sultan Hamengku Buwono X

Sri Sultan Hamengku Bowono X tampil sebagai pembicara didampingi Guru Besar Filsafat UGM Kaelan, Guru Besar Ilmu Hukum UGM Sudjito serta Drs,Taufiequrachman Ruki, SH, salah satu pemrakarsa buku tersebut sekaligus anggota gerakan Kebangkitan Indonesia.

Beberapa hal mengemuka  dari diskusi yakni :

  1. Setiap bangsa memiliki konstitusi sesuai dengan filosofi dan ideologi masing-masing.
  2. Perjalanan suatu bangsa mengalami pasang surut akibat kondisi politik dan ekonomi
  3. Naskah asli konstitusi harus tetap dipertahankan meski penyempurnaan hanya pada penjabaran dari konstitusi asli, yang sudah ada
  4. Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan :
  5. Pancasila sebagai dasar negara lahir dalam dinamika perjuangan kemerdekaan. Pancasila bukan hanya dasar negara, namun lebih dari itu bagian dari jati diri bangsa yang mempresentasikan seluruh elemen bangsa.
  6. Perumusan sila-sila Pancasila tidaklah mudah. Bung Karno dan kawan-kawan harus menghimpun masukan dari berbagai tokoh masyarakat.

Diskusi berlangsung dinamis dan para tokoh menghadirkan pesan bahwa UUD 1945 harus kembali ke jatidiri awal. Filosofi dan ideologi Pancasila menjadi dasar bernegara dan berbangsa (red.//AP)