Interupsi Anggota Dewan Warnai Paripurna LKPj 2015 Bupati Bekasi

Sidang Paripurna DPRD Kab. Bekasi

Cikarang, Bekasipost.com – Sidang Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Bekasi Tahun 2015 di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (11/04) diwarnai interupsi anggota dewan. Sidang dipimpin oleh Eka Supriatmaja, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Yudi Darmansyah, anggota Fraksi PDI Perjuangan, melakukan interupsi pertama ketika perwakilan pimpinan sidang membacakan Surat Keputusan (SK) susunan anggota Pansus Raperda LKPj Bupati tahun 2015 yang diketuai Cecep Noor dari Fraksi Partai Bintang Nurani berdasarkan Rapat Banmus, Rabu (6/4).

Interupsi Yudhi mempertanyakan, “Dalam rapat Banmus di hari Rabu itu telah disepakati bahwa pada Senin 11 April 2016 ini adalah Paripurna Raperda dan telah disepakati bahwa yang menjadi menjadi ketua Pansus LKPj Bupati Tahun 2015 adalah dari Fraksi PDI Perjuangan. Jadi mohon maaf, jika memang yang dijadikan landasan dari surat keputusan itu adalah rapat Banmus, maka kami selaku anggota Banmus merasa tidak dihormati,” cetusnya.

Yudhi bahkan memberikan catatan tentang Nota LKPj 2015 yang baru dibacakan di Paripurna pada bulan ke empat di tahun 2016. Padahal dalam aturan, seperti tercantum di UU Nomor 23 tahun 2014 disebutkan kepala daerah menyampaikan LKPJ itu kepada DPRD yang dilakukan satu kali dalam setahun, paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Saat Yudhi mengurai poin interupsinya, Taih Minarno, Ketua Fraksi Partai Demokrat, tiba-tiba melakukan interupsi dengan berujar “Pimpinan… pimpinan. Adu interupsi berlanjut dan berhasil diredakan oleh H.Daris, Wakil Ketua DPRD, juga wakil pimpinan sidang.

“Tolong Bang Taih sebentar. Biar Bang Yudi menyelesaikan interupsinya. Silahkan Bang Yudi untuk melanjutkan interupsinya,” lanjut Daris.

Taih pun angkat bicara soal interupsi yang hendak dia lakukan ketika Yudi sudah usai menjabarkan beberapa poin interupsinya. “Terima kasih pimpinan sidang. Yang saya simak mengenai paling lambat tiga bulan soal laporan LKPJ, adalah hari kerja. Ungkap Taih, artinya jika masih dibahas itu tak jadi soal.

Hari minggu itu tak dihitung menjadi batasan waktu untuk menyampaikan LKPJ tersebut. “Jadi menurut saya hari ini, materi nota yang disampaikan Bupati tak ada masalah. Karena itu, mengenai usulan teman-teman itu saya setuju saja. Namun jangan pada saat penyampaian nota (–LKPj,red). Karena nanti, pada saat pembahasan pansus juga dibahas. Ya.. silakan sampaikan dan rekomendasikan,” ujar Taih

Pada saat, Pimpinan Sidang Paripurna, Eka Supria Atmaja angkat bicara terkait hal tersebut, anggota Fraksi PDI Perjuangan lainnya, Nyumarno melakukan interupsi. “Jadi sampaikan saja, jika memang unsur pimpinan DPRD sudah melakukan rapat terkait siapa yang menjadi ketua di pansus LKPj ini bahwa dasar pengambilan keputusan dasarnya bukan rapat Banmus. Tapi rapat unsur pimpinan DRPD,” tegas nya

Akibat interupsi, Sidang ParipurnaLKPj 2015 pun sempat diskor lebih dari 15 menit untuk pihak Banmus berembuk soal siapa yang menjadi ketua Pansus LKPJ. Pembahasan ini pun dilakukan tertutup di ruang Banmus. Rapat dilanjutkan, akhirnya ketua Pansus LKPJ ini tidak berubah dan tetap dikomandoi oleh Cecep Noor.

“Dari 50 anggota DPRD, yang menandatangani daftar hadir sebanyak 31 anggota, maka dianggap kuorum,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Eka Supriatmaja saat membuka rapat.

Eka mengatakan, rapat paripurna ini penting karena agendanya adalah penyampaian LKPj Bupati 2015 dalam penggunaan anggaran Kabupaten Bekasi serta realisasi kebijakan dan program pembangunan (RE/AP)

Leave a comment

Your email address will not be published.

*