FKP2B Rencana Audiensi Ke OMBDUSMAN. SKPD Pasar, Saling Lempar Tanggungjawab, Soal BOT...

FKP2B Rencana Audiensi Ke OMBDUSMAN. SKPD Pasar, Saling Lempar Tanggungjawab, Soal BOT Pasar Baru Cikarang

369
0
SHARE

Bekasipost.com – Pengurus GNPK (Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi) RI Jawa Barat, Affan dan Anwar Yusuf, Jumat (22/4) lalu, berusaha untuk mendapatkan kejelasan Revitalisasi BOT Pasar Baru Cikarang. Ir H. Sutantio Kepala  Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) Kabupaten Bekasi, menyatakan tidak mengetahui secara pasti tentang kredibilitas pengembang, pemenang lelang BOT. Bahkan, Tio menandaskan tidak mengetahui secara utuh proses lelang sampai dengan penyusunan draft Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pemkab.Bekasi dengan PT.Senjaya RejekiMas, pemenang tender BOT.

Affan kemudian bertanya tentang kredibilitas pengembang. “Awalnya bagus,” jawab Tio. Anwar melanjutkan pertanyaan,” dasarnya apa ?”. “Dilihat dari bangunan fisik Pasar Johar yang memang bagus. Anwar memberi keterangan dari hasil investigas wartawan ke Pasar Johar Karawang bahwa PT.Senjaya yang menjadi pengembang BOT dari Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung, Pasar Baros Serang Banten hingga pembangunan Pasar Johar Karawang, pekerjaan pengembang tidak beres. Anwar bahkan menambahkan lebih spesifik bahwa Pasar Johar, periode pembangunannya terbengkalai, terendat-sendat sudah 5 tahun dari schedule yang dijadwalkan hanya sekitar 1,5 tahun, sejak penandatanganan MOU, Agustus 2010 antara Pemkab.Karawang dengan PT.SRM.

Tio, Kadis Disperindagpas tidak mampu menjawab keterangan dari Anwar, pengurus GNPK RI Jawa Barat. Bahkan menyarankan untuk bertanya ke bagian kerjasama, sambil menyebutkan nama, Ibu Lina. Ketika ditemui, Ibu Lina, Kasi Kerjasama tidak mampu memberikan keterangan apapun, ketika Anwar dan Affan minta informasi tentang kredibiliats PT.  RejekiMas. ”Saya tidak tahu,” aku Ibu Lina. Bahkan Lina menyarankan untuk bertanya ke Bapak Wiguna, Kabag Kerjasama Pasar.

Kemudian, dijanjikan untuk mempertemukan Wiguna hingga sholat Jumat. Ternyata, di tunggu oleh Affan dan Anwar hingga jam 2 siang, usai sholat Jumat, tidak bisa ketemu. Atas inisiatif ibu Lina, akan berupaya untuk dipertemukan pada hari Senin (25/4).

Meski, dari pihak Pemkab.Bekasi tidak ada kejelasan jawaban soal revitalisasi BOT Pasar baru Cikarang, tetapi pengurus Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru (FKP2B) Cikarang tetap melanjutkan upaya advokasi mereka agar Pasar Baru Cikarang, tetap menjadi Pasar Tradisional sesuai pasal 13 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Pasar Tradisional.

FKP2B Cikarang bahkan telah melakukan audiensi dengan Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR RI, Kamis (28/4). Rekomendasi Komisi II, akan menindaklanjuti pengaduan pengurus forum yang mewakili warga pedagang pasar sehingga mendapat kepastian hukum dalam berusaha.

Sebelumnya, pengurus FKP2B telah bertemu dengan Rieke Dyah Pitaloka dan Aria Bima, anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. Bahkan telah menyerahkan berkas pengaduan ke Kementerian Dalam Negeri, Dirjen Asset Daerah, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN), ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Yudisial bahkan ke kantor Ombudsman di Jakarta, atas dugaan kongkalikong mekanisme lelang, pelepasan asset daerah hingga potensi dugaan korupsi.

Pengurus dan Anggota FKP2B diterima di Ruang Legislasi Gedung  DPRD Kab. Bekasi
Pengurus dan Anggota FKP2B diterima di Ruang Legislasi Gedung DPRD Kab. Bekasi

Hasil konfirmasi dengan pengurus FKP2B bahwa pengurus akan dijadwalkan ber-dialog dengan Ombudsman, dalam waktu dekat, sambil melengkapi berkas.” ujar Yuli, Ketua FKP2B, sambil mohon dukungan moral (N – A).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY