LSM GMBI Membidik PT. PMM Dalam Aksi Damai Di PEMKOT BEKASI

Bekasipost.com – Ratusan orang yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang meliputi perwakilan dari seluruh Jawa Barat tumpah ruah dalam aksi demonstrasi damai di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada, Kamis (12/11)

Sehubungan dengan perjuangan menuntut keadilan terkait masalah ketenagakerjaan yang sampai saat ini belum ditangani secara serius oleh Pemerintah. Akhirnya pecah aksi pengerahan massa oleh LSM GMBI. Massa demonstran memulai aksinya dari pukul 09.00-13.00 WIB walaupun diterima Audiensi dan disambut dengan baik, namun perwakilan merasa belum puas dan kurang mendapat penjelasan. Walaupun begitu, Demonstrasi yang digelar tetap berjalan damai dan tentu saja dalam pengawasan Ketua Umum, M. Fauzan Rahman, SE yang turut hadir dalam aksi ini. Kemudian massa demonstran melanjutkan aksinya menuju DPRD Kota Bekasi.

PT. Panca Mutiara Mandiri adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penyalur jasa tenaga kerja yang beralamat di Ruko Galaxi, Inspeksi Kalimalang Bekasi Selatan, Kota Bekasi kini tengah menjadi sorotan LSM GMBI yang notabene sama dengan PT. Panca Warna Mandiri dalam perekrutan karyawan. maka, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatakan sikap tegas terhadap keberadaan perusahaan tersebut

Ketua tim investigasi LSM GMBI Kota Bekasi, Delvin Chan mengatakan hasil temuan mengindikasikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja telah jelas dilanggar, “bahwa tidak di perbolehkan penyalur tenaga kerja meminta dana atau dalam bentuk apapun kepada pencari kerja kecuali terhadap tenaga ahli,” ungkap Delvin kepada beberapa awak media. 20151112_160711

Terhadap Perusahaan PT.PMM, LSM GMBI ajukan 3 tuntutan kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi.

“Sikap mengusut tuntas legalitas izin dan cabut serta menutup PT. PMM dan memecat oknum-oknum Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi yang menduga menerima upeti dari PT. PMM,” ujar Delvin Chan

Beberapa orang dari anggota LSM GMBI dipilih mewakili pertemuan dengan pihak yang terlibat, yakni Dinas Tenaga Kerja untuk merundingkan tuntutan dan mengumumkan hasil keputusan.

Setelah berunding dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Bekasi, perwakilan massa merasa kurang puas karena tidak mendapat kejelasan. Meski begitu, mereka berterima kasih akan sambutan baik dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Di DPRD Kota Bekasi Massa demonstran sedikit ricuh, karena Sekretaris Dewan awalnya sulit untuk di jumpai.

Ditempat terpisah, Ketua Distrik Kota Bekasi, Zakaria dalam keterangannya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menutup dan mencabut izin semua perusahaan penyalur tenaga kerja yang melanggar UU. Pasalnya, PT.PMM mematok para pelamar kerja mencapai 4,5 juta rupiah dan ijazah asli para pelamar kerja jadi agunan.

“Banyaknya pengangguran dikarenakan sulitnya mencari kerja, menjadi peluang bagi usaha-usaha yang menyalurkan tenaga kerja untuk meraih keuntungan. Tapi kalau dalam persoalan ini lepas dari pengawasan pemerintah, maka persoalan ini akan menjadi penderitaan baru ditengah masyarakat, khususnya di Kota Bekasi,” ujarnya pada Bekasi Post.

Karena tanpa pengawasan dari Pemerintah Kota Bekasi seperti Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), banyak para pencari kerja di Bekasi yang tertipu dan bahkan menjadi sapi perahan bagi perusahaan penyalur tenaga kerja. “Kerjaan belum jelas, tapi uang dari para pencari kerja sudah jelas masuk ke perusahaan tersebut, tanpa ada kepastian,” ungkap Abah sapaan akrab ketua Distrik kota Bekasi ini. (Zarkasih)

3 Comments on LSM GMBI Membidik PT. PMM Dalam Aksi Damai Di PEMKOT BEKASI

  1. PT. GUNUNG GARUDA DEPARTEMEN ENGINEERING SERVICE CENTER yang beralamat di Jl. Imam bonjol 4, Cibitung, Cikarang Barat, Bekasi menahan ijazah karyawan umum nya S1 bahkan sampai bertahun-tahun termasuk juga karyawan yg sudah resign namun ijazah nya tidak di kembalikan. Mantan karyawan yg meminta tetap tidak pernah diberikan. Beberapa karyawan yg ingin mencari pekerjaan lain menjadi terhalang ini artinya HAM karyawan tersebut sdh diinjak-injak. Apakah pemerintah Bekasi menutup mata kasus ini??? Jika pemerintah memang peduli rakyat maka perusahaan seperti ini harus diberi sangsi. Jika pemerintah tidak percaya silahkan sidak ke perusahaan tersebut.

  2. PT. GUNUNG GARUDA DEPARTEMEN ENGINEERING SERVICE CENTER yang beralamat di Jl. Imam bonjol 4, Cibitung, Cikarang Barat, Bekasi menahan ijazah karyawan umum nya S1 bahkan sampai bertahun-tahun termasuk juga karyawan yg sudah resign namun ijazah nya tidak di kembalikan. Mantan karyawan yg meminta tetap tidak pernah diberikan. Beberapa karyawan yg ingin mencari pekerjaan lain menjadi terhalang ini artinya HAM karyawan tersebut sdh diinjak-injak. Apakah pemerintah Bekasi menutup mata kasus ini??? Jika pemerintah memang peduli rakyat maka perusahaan seperti ini harus diberi sangsi. Jika pemerintah tdk percaya silahkan sidak ke perusahaan tersebut.

  3. PT. GUNUNG GARUDA DEPARTEMEN ENGINEERING SERVICE CENTER yang beralamat di Jl. Imam bonjol 4, Cibitung, Cikarang Barat, Bekasi menahan ijazah karyawan umum nya S1 bahkan sampai bertahun-tahun termasuk juga karyawan yg sudah resign namun ijazah nya tidak di kembalikan. Mantan karyawan yg meminta tetap tidak pernah diberikan. Beberapa karyawan yg ingin mencari pekerjaan lain menjadi terhalang ini artinya HAM karyawan tersebut sdh diinjak-injak. Apakah pemerintah Bekasi menutup mata kasus ini??? Jika pemerintah memang peduli rakyat maka perusahaan seperti ini harus diberi sangsi.

Tinggalkan Balasan ke Lidia Batalkan balasan

Your email address will not be published.

*