Proses Panjang Revitalisasi Pasar Baru Cikarang

Penandatanganan Lelang Revitalisasi Pasar Baru Cikarang

Bekasipost.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi, melalui mekanisme lelang investasi, pada akhirnya, menetapkan PT. Senjaya RejekiMas sebagai pemenang lelang (Agustus 2015), dengan rencana investasi sebesar Rp 590 milyar. Dana investasi ini dimaksud untuk pembangunan 2 bangunan, masing-masing pasar tradisional modern setinggi tujuh lantai dengan 4 lantai untuk pasar, 1 lantai untuk terminal angkutan kota dan 2 lantai untuk parkir. Kemudian bangunan satunya terdiri dari 17 lantai, dengan 4 lantai untuk plaza, 1 lantai parkir dan 12 lantai untuk apartemen. (sumber : beritabekasi.co.ic).

Penetapan pemenang lelang telah melewati proses panjang. Pada Desember 2013, Disperindagkop & UMKM, dengan nomor surat : 602/01/TSBHMK/ PERINDAGKOP & UMKM/XII/2013, melalui Tim Seleksi Badan Hukum Mitra Kerjasama Pengembangan Pasar Baru Cikarang dan Sukatani beserta lingkungannya, telah mengeluarkan Pengumuman Pelelangan Umum Pasca Kualifikasi Pola Bangun Guna Serah (BOT) hingga Pembukaan Dokumen Penawaran, tertanggal 11 Maret 2013. Paket pekerjaan : (a) Pengembangan Pasar Baru Cikarang beserta Lingkungannya diatas tanah seluas 2,7 Ha dengan minimal investasi sebesar Rp 500 milyar dengan sumber dana investasi murni dan (b) Pengembangan Pasar Sukatani pada lahan seluas 5000 meter persegi dengan minimal investasi sebesar Rp 25 M dengan sumber dana investasi murni.

Ir.Jamari Taringan, Kadisperindagkop & UMKM Pemkab.Bekasi ketika disambangi bekasipost pada 01 Agustus 2014, menyatakan untuk rencana revitalisasi ini, berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku, Pemkab.Bekasi melalui SKPD Disperindagkop & UMKM wajib membuka penawaran untuk masuknya 11 investor. Mereka harus mengikuti lelang atau tender. Kemampuan finansial mereka, memiliki dana modal sendiri, minimal 500 milyar. Penawaran untuk mengikuti lelang ini sangat terbuka, lanjut Jamari.

Apabila dalam proses penawaran, belum memenuhi kuota 11 investor maka akan dibuka penawaran selanjutnya, untuk mendaftarkan diri sebagai investor. Bila penawaran masuk ternyata hanya 2 investor maka berdasarkanpersyaratan peraturan pemerintah tersebut, pendaftaran tahap ke tiga dilakukan hingga terdapat 3 investor yang benar-benar siap dan serius untuk memasuki tahap lelang atau tender. Namun apabila dalam 3 kali proses penawaran terbuka, yang resmi terdaftar sebagai calon hanya 2 investor saja maka pemerintah daerah dapat melakukan penunjukan langsung dengan sistem BOT (Build, Operate & Transfer)untuk jangka waktu 30 tahun. Setelah jangka waktu tersebut, seluruh investasi akan menjadi milik Pemerintah Kab.Bekasi, tambah Jamari (pada waktu itu- red) Kalau Pemerintah Kabupaten Bekasi, melalui mekanisme lelang investasi, pada akhirnya, menetapkan PT. Senjaya RejekiMas sebagai pemenang lelang dengan rencana investasi sebesar Rp 590 milyar, tentu telah menjalani prosedur dan mekanisme sesuai dengan peraturan pemerintah dimaksud. Sesuai dengan UU Nomor 14 tahun 2007 tentang KIP (Keterbukaan Informasi Publik) sudahkah Pemerintah Kabupaten Bekasi mempublikasikan seluruh pelaksanaan ketentuan peraturan pemerintah tersebut secara transparan ke publik masyarakat dan para pemangku kepentingan ?

Dalam hal ini, Pemerintah Kab.Bekasi dan setiap warga Bekasi berhak untuk mengetahui kredibilitas perseroaan terbatas (PT), pemenang lelang dengan metode BOT sesuai PP RI No.6 tahun 2006 melalui institusi yang berwenang (Kemenhum&Ham)

Sementara LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) distrik Kab.Bekasi menolak keras rencana revitalisasi pasar baru Cikarang dan pasar Sukatani oleh Pemkab.Bekasi dan PT.Senjaya Rejekimas, Karena merugikan para pedagang. Samsudin, selaku Sekjen GMBI memaparkan hasil investigasinya bahwa PT.Senjaya RejekiMas pernah gagal membangun pasar Cikampek. Bahkan M.Eka, Humas GMBI Kab.Bekasi menambahkan, : Kami LSM GMBI Distrik Kab.Bekasi menduga adanya unsur KKN yang melibatkan SKPD dan Bupati Bekasi (alinea ini bersumber dari : http://www.djapos.com, 19 September 2015). Kebakaran awal Oktober 2015.

Kegiatan Pra Sosialisasi Revitalisasi Pasar Baru Cikarang, dilaksanakan pada 13 Januari 2016 bertempat diruang mushola lantai Atas Pasar Baru Cikarang Kabupaten Bekasi, dimana undangan tanggal 12 Januari 2016 tetapi pelaksanaan tanggal 13 Januari 2016. Acara diakhiri dengan aksi walkout dari para pedagang (rekaman video acara terlampir dalam bentuk kepingan CD, di FKP2B).

Adapun Tahapan Pra Sosialisasi yang telah di laksanakan :

  1. Pedagang Toko/Kios/Los Lantai dasar, bertempat di ruang Mushola lantai atas Pasar Baru Cikarang.(acara di akhiri dengan aksi walkout pedagang)
  2. Pedagang Kaki Lima, bertempat di Gedung Aula Minang , Pilar Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara.
  3. Pedagang Daging , bertempat di Aula Kantor Desa Sukaraya Kecamatan Cikarang Utara.
  4. Pedagang Basement, bertempat di Gedung PGRI (Samping SMPN 1 Bekasi) pilar Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara.
  5. Gabungan Seluruh Pedagang, bertempat di Lantai atas (Ex Ramayana) Pasar Baru Cikarang (acara di akhiri dengan aksi Walkout para pedagang)

Aksi walkout ini tentu perlu mendapat penjelasan dari Kepala UPTD Pasar Cikarang serta Aspec (Asosiasi Pedagang Pasar Cikarang) yang pernah menyatakan bahwa renovasi total atau pembangunan pasar Cikarang mutlak merupakan keinginan murni para pedagang. Bahkan untuk membuktikan kekompakan pedagang terhadap rencana renovasi, semua organisasi pedagang melebur hanya menjadi satu, yakni Aspec (sumber : http://www.bekasikab.go.id, per 22 Juni 2015).

Padahal, melalui RUA I LSM Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru Cikarang (6/3/2016), sebanyak 814 pedagang pasar baru Cikarang membuat pernyataan sikap bersama menolak PT. Senjaya RejekiMas pemenang tender BGS Pasar Baru Cikarang dengan berbagai pertimbangan rasional yang diajukan.

Hingga berita ini diturunkan, tim bekasipost masih menindaklanjuti proses konfirmasi ke para pihak terkait dan para pemangku kepentingan guna menjernihkan berbagai informasi yang simpang siur berkaitan dengan rencana Revitalisasi Pasar Baru. Tentu, dalam hal ini, Pemkab.Bekasi perlu cermat menghitung potensi resiko investasi dan resiko sosio kultural apabila kehati-hatian dalam kemitraan tidak berdasarkan pada fakta  (pasar Baros Mandek, Pasar J serta prinsip pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel. (Tim:HS/RT/AP)

3 Comments on Proses Panjang Revitalisasi Pasar Baru Cikarang

  1. INILAHCOM, Jakarta – Di antara tipe manusia yang sangat dibenci oleh Allah, hingga Allah memberikan hukuman sangat keras adalah raja atau presiden atau kepala negara atau pejabat pemerintah yang suka membohongi rakyatnya.
    Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
    “Ada tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak Allah sucikan, tidak Allah lihat, dan bagi mereka siksa yang menyakitkan: orangtua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong”. (HR. Ahmad 10227, Muslim 107, dan al-Baghawi 3591).
    Kita berlindung kepada Allah dari karakter mereka. Anda bisa perhatikan, bagaimana kerasnya hukuman yang Allah berikan kepada mereka, tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak Allah sucikan, tidak Allah lihat, dan baginya siksa yang menyakitkan.
    Anda bisa bayangkan ketika ada orang yang dihukum, dicampakkan ke dalam neraka, kemudian dia dilupakan dan tidak dipedulikan. Bagaimana dia bisa berharap untuk bisa selamat. Suatu hari, Hasan al-Bashri ulama besar zaman tabiin menangis.
    Hingga para sahabatnya bertanya, “Apa yang menyebabkan anda menangis?” beliau mengatakan, “Aku takut, besok Allah akan membuangku ke neraka, kemudian dia tidak mempedulikanku”. (at-Takhwif min an-Nar, hlm. 34)
    Mengapa hukuman mereka sangat berat?
    Yang menjadi pertanyaan, mengapa mereka diberi hukuman sangat berat ketika melakukan pelanggaran seperti itu? Padahal yang namanya berzina, berdusta, atau sombong, juga dilakukan oleh manusia lainnya.
    Jika kita perhatikan, tiga karakter manusia di atas, keadaannya sangat kontra dengan kesalahan dan dosa yang dia kerjakan. Karena faktor dan dorongan untuk melakukan kemaksiatan itu sangat lemah dibandingkan umumnya manusia.
    Seperti yang kita tahu, umumnya manusia melakukan maksiat karena adanya dorongan kebutuhan. Pemuda berzina, karena dia tidak sanggup menahan nafsu birahinya. Orang terdesak yang berbohong, karena dia ingin menyelamatkan diri. Orang kaya yang sombong, karena merasa bangga dengan harta yang dimiliki. Berbeda dengan ketiga orang di atas, faktor-faktor itu hampir tidak ada.
    Al-Qodhi Iyadh menjelaskan sebab hal ini. Sebabnya, karena ketiga orang di atas, melakukan maksiat seperti yang disebutkan, sementara dia sangat tidak membutuhkan maksiat itu, dan lemahnya dorongan untuk melakukannya. Meskipun semua orang tidak boleh melakukan maksiat, namun ketika ada orang yang sama sekali tidak ada dorongan untuk melakukannya, maka ketika dia melakukannya sama seperti orang yang menentang Allah dan meremehkan hak Allah, serta melakukan maksiat, bukan karena dorongan kebutuhan.
    Kemudian al-Qodhi Iyadh merinci masing-masing. Orangtua, dengan kesempurnaan akalnya dan pengalamannya karena telah lama makan asam garam selama hidup, serta lemahnya kekuatan jima dan syahwat terhadap wanita, yang semua kondisi ini membuat dia malas melakukan hubungan badan yang halal, maka bagaimana lagi dengan zina yang haram? Namanya pendorong zina, masih muda, aktif, agresif, pengalaman kurang, dorongan syahwatnya besar karena lemah akal, dan usia yang masih remaja.
    Demikian pula imam, apa yang ditakutkan terhadap rakyatnya, sehingga dia tidak butuh basa-basi, pencitraan dibuat-buat. Karena umumnya manusia melakukan basa-basi dengan dusta dan mengelabuhi orang yang dia takuti akan mengancamnya, atau karena dia ingin mendapatkan posisi dan manfaat dengan mendekat ke penguasa. Sementara penguasa, dia sama sekali tidak butuh berdusta.
    Demikian pula orang miskin yang tidak memiliki harta. Umumnya penyebab orang bertindak sombong, bangga, dan merasa lebih tinggi dari orang lain adalah kekayaan dunia. Karena ini bisa ditampak-tampakkan, dan pemiliknya butuh untuk itu. Karena itu, ketika orang miskin sama sekali tidak memiliki modal untuk sombong, lalu mengapa dia sombong, dan meremehkan orang lain.
    Kemudian al-Qodhi Iyadh mengakhiri keterangan beliau dengan mengatakan, “Sehingga perbuatan orang miskin yang sombong, orangtua yang berzina, dan penguasa yang suka berdusta hanya karena mereka meremehkan hak Allah taala. (Syarh Shahih Muslim, an-Nawawi, 2/117). [Ustadz Ammi Nur Baits]
    – See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2282577/allah-benci-pemimpin-bohongi-rakyat#sthash.0R4bMlOv.dpuf

  2. BERITA TERKAIT
    Allah Benci Pemimpin Bohongi Rakyat
    (Foto: ilustrasi)
    twitter
    INILAHCOM, Jakarta – Di antara tipe manusia yang sangat dibenci oleh Allah, hingga Allah memberikan hukuman sangat keras adalah raja atau presiden atau kepala negara atau pejabat pemerintah yang suka membohongi rakyatnya.

    Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

    “Ada tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak Allah sucikan, tidak Allah lihat, dan bagi mereka siksa yang menyakitkan: orangtua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong”. (HR. Ahmad 10227, Muslim 107, dan al-Baghawi 3591).

    – See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2282577/allah-benci-pemimpin-bohongi-rakyat#sthash.0R4bMlOv.dpuf

  3. Victor Da Costa // Mar 22, 2016 at 3:22 pm // Balas

    BERITA TERKAIT
    Allah Benci Pemimpin Bohongi Rakyat
    (Foto: ilustrasi)
    twitter
    INILAHCOM, Jakarta – Di antara tipe manusia yang sangat dibenci oleh Allah, hingga Allah memberikan hukuman sangat keras adalah raja atau presiden atau kepala negara atau pejabat pemerintah yang suka membohongi rakyatnya.

    Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

    “Ada tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak Allah sucikan, tidak Allah lihat, dan bagi mereka siksa yang menyakitkan: orangtua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong”. (HR. Ahmad 10227, Muslim 107, dan al-Baghawi 3591)

Leave a comment

Your email address will not be published.

*