3 FAKTA Bupati Bekasi STOP Rencana Perjanjian Kerjasama BOT Pasar Cikarang

Bekasipost.com – Masyarakat kabupaten Bekasi sedang menunggu kelanjutan informasi tentang rencana revitalisasi pembangunan pasar baru Cikarang khususnya warga pedagang langsung. Setelah kebakaran pasar baru awal oktober 2015 lalu, rumor tentang rencana revitalisasi semakin menguat. Apalagi proses prasosialisasi mulai dilakukan oleh UPTD Pasar Cikarang.

Perwakilan para pedagang sudah 2 kali melakukaan audiensi dengan anggota DPRD Fraksi FDIP di Kantor DPRD Pemkab.Bekasi. Pengurus Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru (FKP2B) Cikarang diterima oleh Yudi Darmansyah, anggota DPRD Fraksi PDIP, Senin (21/3).

“Kami tidak menolak rencana revitalisasi pasar baru Cikarang,” ujar Yuli Sri Mulyati selaku ketua forum, didampingi Anwar Hasan, sekretaris FKP2B, kepada bekasipost.com dan wartawan radar Bekasi. “Kami tidak mau nasib para pedagang terkatung-katung ketika pemenang tender lelang BOT tidak mampu menyelesaikan kewajibaan pembangunannya,” tambah Yuli di dampingi H.Entong Indrajaya, H. Encup Subagia serta beberapa pengurus FKP2B Cikarang.

“Ini beban berat bagi Bupati,” tambah Anwar. Tapi mohon Bupati, memperhatikan suara rakyat, yang tidak ingin Bupati, malu kalau nantinya, pemenang tender, tidak tuntas menyelesaikan kewajibannya. Pertimbangkan suara kami dan data obyektifnya,” lanjut Anwar.

 Data dimaksud, yang dihimpun dari berbagai sumber, adalah : Pertama, Revitalisasi Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung. Aliansi Pedagang Bambu Kuning, Persatuan Pedagang Kaki Lima (PPKL) Bandar Lampung, Himpunan Pedagang Bambu Kuning Plaza (HPBP), Pedagang Kaki Lima Bambu Kuning, Kelompok 46 Pedagang Bambu Kuning Tolak Revitalisasi Pasar Bambu Kuning atau Bambu Kuning Trade Center, Bandar Lampung yang dilaksanakan PT.Senjaya Rejekimas (28 April 2010, sumber: www.suarakomunitas.net).

Direktur PT.Senjaya Rejekimas mentargetkan pembangunan selesai selama delapan bulan dan awal Februari direncanakan mulai membangun (Januari 2010, sumber : www.translampung.com). Pembangunan Bambu Kuning Trade Center Bandar Lampung Hampir rampung (19 April 2015, sumber : www.duaajurai.com).

2 data lapangan yang tidak sesuai, antara pernyataan atau kemampuan dengan pelaksanaan. Penjabat (Pj) Walikota Bandar Lampung, Sulpakar meminta PT.Senjaya Rejekimas (SRM), pengembang Pasar Bambu Kuning (BK), membongkar sejumlah bangunan illegal di lokasi pasar. (24 November 2015, sumber : Harian Lampung.com.; 25 November 2015, Lampung-news.com, Deadline PT.Senjaya Rejekimas, sterilkan Jl.Batu Sangkar, 29 November 2015, Kasus Dugaan Penggelapan Setoran Kios Bandar Lampung, sumber : http://gindhaansori.blogspot.co.id)

Data kedua, Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Renovasi Pasar Johar Karawang antara Bupati Karawang Drs.H.Dadang S Muhtar dan Direktur PT.Senjaya Rejekimas, Anang Sukirman, 1 Maret 2010, mengatakan bahwa setelah dibangun, Pasar Johar akan menjadi Pasar Tradisional yang memiliki nuansa modern sehingga memiliki daya saing tinggi dengaan pasar swalayan dan supermarket disekitarnya. Pembangunan akan memakan waktu 1,5 tahun (Sumber: karawang news.com)

Kios pasar Johar dibongkar, Tempat Penampungan Sementara yang disediakan Pengembang, tidak memadai (4 Februari 2011, sumber : pikiran-rakyat.com). Pedagang Minta Renovasi Pasar Johar Karawang Dikaji Ulang. Pengembang tidak boleh menawarkan harga kios kepada pedagang baru sebelum seluruh pedagang lama diakomodir. (29 April 2011, sumber: bandung-bisnis.com), Kabid Pengelola Pasar Johar PT.Senjaya Rejekimas, Jajat Sudrajat, Urai Kemacetan (21 Februari 2014, sumber: http://sekitar karawang.blogspot.co.id). Diduga Pengelola Pasar Johar – PT.Senjaya Rejekimas red-, Serobot Tanah Negara (13 Oktober 2014, sumber : korankarawang.com). ASDA II, Pemutusan Kontrak PT. SRM Jalan Terakhir (28 Oktober 2014, sumber : http://radar-karawang.com). DPRD Desak Adendum PKS Pasar Johar Karawang (25 Mei 2015, sumber: sentananews.com). Karawang, Ancam Putus Kerjasama Pengembang (12 Oktober 2015, sumber: megapolitan.antaranews.com). Kabid. Perdagangan Disperindagsar, Daud Munasto, setuju, bila pasar diambil alih oleh pemerintah kembali (7 Januari 2016, sumber: faktajabar.co.id). Hingga berita ini diturunkan, revitalisasi pasar Johar terbengkalai. Tidak tuntas pelaksanaannya.- (lihat foto per 13 Februari 2016, pada berita sebelumnya)

Data ketiga, yang menjadi pertimbangan Bupati adalah Revitalisasi Pasar Baros Serang Banten. Serang Bangun Pasar Baros di Lahan Hibah, BOT Rp 20 Milyar oleh PT.Senjaya Rejekimas. Direktur PT.SRM Jansen Ciu (30 Agustus 2013, sumber: antarabanten.com), Pembangunan Pasar Modern Baros, Tetap dilaksanakan meski Pedagang & Tokoh menolak Relokasi (17 September 2013, sumber: banten.com), Ditolak Pedagang Pemkab. Serang Lanjutkan Pasar Modern (18 September 2013, sumber: antaranews.com), Pembangunan Pasar Baru Baros yang berlokasi di Kampung Jaha, Desa Baros Kecamatan Baros, Kab.Serang molor. Karena, PT.Senjaya Rejekimas selaku pengembang tidak mampu menyelesaikan pembangunan sesuai batas waktu yang ditentukan yaitu April 2015 (21 Januari 2015, sumber: pilarbanten.com), Pembangunan Pasar Baros Baru di Kampung Jaha Desa/ Kecamatan Baros yang dilaksanakan oleh PT. Senjaya Rejekimas (PT.SRM) dinilai tidak sesuai harapan Pemkab.Serang (27 Mei 2015, sumber: satelitnews.co.id), Pembangunaan Pasar Baru Baros Mandek. Kepala Disperindag Kabupaten Serang, Entus Mahmud Sahiri mengatakan pada awalnya program revitalisasi Pasar Baros dilakukan dengan mekanisme build, operate and transfer (BOT). Tetapi semua berubah karena pihak pengembang tidak mampu menyelesaikan target pembangunan pada awal April 205 (22 Januari 2016, sumber : tangselpos.co.id).

Rapat Pembahasan Bahan Masukan untuk Pra Rencana Design Gambar Revitalisasi Pasar Baru Cikarang yang dipimpin langsung oleh Kepala Disperindagkop&UMKM Drs.Encep S.Jaya,MSi, pada 19 Desember 2011 serta sekian program Pra-Sosialisasi dan lain-lain telah dilakukan. Kini, pengurus FKP2B Cikarang mengajukan pertanyaan besar, Apakah berdasarkan 3 data diatas, tidak membuat Bupati beserta, UPTD dan SKPD terkait, bahkan DPRD Pemkab.Bekasi untuk mempertimbangkan kelanjutan BOT pembangunan revitalisasi pasar Baru Cikarang dengan PT yang sama ???

Kalau draft PKS dipaksakan untuk direalisasi, kami menduga pasti ada konspirasi elit politik mulai tingkat DPRD, DPRD Provinsi maupun DPR RI,” ujar Yuli yang diiyakan oleh seluruh pengurus FKP2B, ketika bekasipost, bertandang ke sekretariat forum, Selasa (22/3). Bahkan dugaan kami kuat, kalau mulai dari UPTD & SKPD tidak melakukan studi kelayakan atas portofolio PT.Senjaya Rejekimas,” imbuh Anwar. “Forum berharap semua pihak harus buka-bukaan agar tidak ada dugaan KKN dan potensi korupsi terjadi,” tambah H.Encup. Pedagang bukan permainan politik ataupun investor,” teriak anggota forum yang memang adalah para pedagang (Tim/AP)

Leave a comment

Your email address will not be published.

*