DUGAAN KONGKALIKONG KUAT. USUT OKNUM MEDIATOR PROYEK BOT PASAR BARU CIKARANG

Bekasipost.com – Forum Pedagang Pasar Baru (FKP2B) Cikarang beserta sekitar 40 anggota pedagang, perwakilan warga pedagang, mendapat kunjungan dari NS.Hadiwinata, Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI), wilayah Provinsi Jawa Barat, beserta jajarannya, Rabu (23/3) siang di aula desa Karangasih kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Maksud kunjungan adalah menyikapi positif, pengaduan yang diajukan oleh pengurus forum kepada lembaga pencegahan korupsi tersebut sebagai mitra KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait revitalisasi BOT pasar baru Cikarang.

“Kami sudah mempelajari dokumen dan informasi yang sudah diserahkan (Senin, 14/3) FKP2B Cikarang ke GNPK RI wilayah Jawa Barat, Beberapa catatan dan analisa sementara adalah tampak sekali dugaan kong kalikong dari para pihak. Ada pembohongan publik. Harus di tindak,” ujar Nana Supriatna Hadiwinata pada saat dialog, duduk didampingi oleh pengurus FKP2B, ibu Yuli (Ketua), Anwar Hasan (sekretaris), H.Entong Indrajaya (Penasehat) dan Victor da Costa, pengacara FKP2B.

Forum dialog penyampaian pendapat dinamis aktif. Para pedagang tekun mendengarkan dengan sejuta harapan, ada pihak yang mau membantu dan mencari solusi atas kepastian nasib usaha mereka. Sebagian pedagang (pemilik kios-red) yang hadir mengaku, sudah berjualan rata-rata diatas 15 hingga 20-an tahun.

Pada sesi pertanyaan, Iwan Setiawan, pedagang pakaian jadi, bertanya, ”Apakah proyek BOT ini, ada korupsi, atau tidak ?” Kalau dugaan itu, kuat, jawab Nana. Proses dan mekanisme lelang BOT itu harus dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan ke publik. Bagaimana mungkin, proyek BOT senilai, Rp 590 Milyar, tidak ada pengembang besar, skala nasional, yang berminat. Kuat dugaan, proses mekanisme lelang, dilanggar SKPD terkait,” jelas Nana.

Bahkan, analisa sementara menyimpulkan, pasti ada oknum mediator bermain untuk proyek BOT ini. Siapa Oknum yang memperkenalkan PT. Senjaya Rejekimas bermasalah ini kepada Bupati ? ”Oknum mediator ini, pasti memiliki koneksitas kekuasaan, mulai DPR RI, DPRD Pemprov Jabar, dengan pihak investor, hingga di lingkungan DPRD Pemkab.Bekasi, tambah Nana, yang mendapat dukungan hore dan tepuk tangan dari forum. Warga pedagang yang tadinya wajah memelas, bersemangat mendengar uraian.

rapat 3

Ibu-Ibu Pedagang

Kita perlu kajian lanjutan, untuk memverifikasi dugaan korupsi tersebut. GNPK RI Jabar akan segera menindaklanjuti informasi aduan ini ke KPK, Bupati, PT.SRM, SKPD terkait dan instansi yang berkepentingan. Sebagai pemilik suara dan pengguna pasar selama ini, warga pedagang harus dilibatkan. Bukan di intimidasi dengan disuruh pindah, tanpa penjelasan. Bahkan, hitungan waktu singkat, ada Aspec (Asosiasi pedagang pasar cikarang), yang kata salah satu Kabid sudah memiliki 3500 anggota. Pedagang harus mendapat penjelasan. Korupsi adalah gerbang kehancuran bangsa dan pemerintah. Karena itu, lanjut Nana, kita semua berkewajiban melakukan kontrol sosial dan pengawasan atas setiap rupiah penggunaan uang dari hasil pajak daerah dan APBD (AP/RE/Tim).

Leave a comment

Your email address will not be published.

*